Pekanbaru, 9 November 2025 — SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pembelajaran berbasis industri melalui kegiatan Workshop Tata Kelola dan Manajemen Teaching Factory (TeFa) yang digelar pada Jumat (09/11).
Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas wakil kepala sekolah serta guru-guru produktif dari 8 jurusan yang ada di SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru.
Workshop ini menghadirkan Bapak Purwanto, Direktur Produksi Centro Digital Riau Mediatama, sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, beliau menegaskan pentingnya tata kelola yang profesional agar Teaching Factory benar-benar mampu menjadi jembatan nyata antara dunia pendidikan dan dunia industri.
Empat Pilar Tata Kelola Teaching Factory
Dalam sesi pertama, narasumber menguraikan empat pilar utama dalam tata kelola Teaching Factory, yaitu:
- Organisasi dan kepemimpinan, Teaching Factory harus ditopang oleh struktur organisasi yang jelas, pembagian tugas yang terukur, serta tim kerja yang solid dan terorganisasi.
- Standar Operasional Prosedur (SOP), SOP menjadi fondasi mutu produksi melalui instruksi kerja yang detail, quality control yang ketat, serta checklist produksi untuk menjamin kualitas output.
- Pengelolaan Keuangan, setiap transaksi produksi harus dicatat secara tertib dan transparan agar pengelolaan bisnis sekolah berjalan sehat dan akuntabel.
- Monitoring dan evaluasi, proses evaluasi dilakukan secara berkala sebagai upaya perbaikan berkelanjutan sehingga Teaching Factory selalu relevan dan efektif mengikuti perkembangan industri.
Manajemen Proses Pembelajaran dan Produksi yang Terintegrasi
Pada sesi berikutnya, dibahas secara mendalam mengenai manajemen proses pembelajaran dan produksi dalam Teaching Factory, yang meliputi :
- Perencanaan yang matang, penjadwalan blok belajar dan produksi dilakukan secara terstruktur, didukung oleh jobsheet yang rinci dan terukur.
- Pelaksanaan secara mandiri, siswa menjadi pelaku utama dalam proses produksi, sementara guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing dan mengarahkan.
- Evaluasi yang komprehensif, produk yang dihasilkan dievaluasi oleh ketua program keahlian bersama kepala sekolah untuk memastikan standar kualitas tetap terjaga.
- Tindak lanjut yang optimal, hasil evaluasi digunakan sebagai dasar perbaikan produk dan proses kerja demi peningkatan berkelanjutan.
Penguatan Peran Sumber Daya Manusia
Workshop ini juga menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai kunci sukses Teaching Factory.
Guru dan instruktur dituntut memiliki kompetensi yang terus diperbarui melalui program pengembangan berkelanjutan, serta didukung oleh kolaborasi erat dengan dunia industri agar pembelajaran tetap selaras dengan kebutuhan pasar kerja.
Tools dan teknologi pendukung bisnis TeFa meliputi: manajemen produksi dan inventory, alat produksi modern, platform pemasaran digital, serta sistem keuangan digital.
Menuju Teaching Factory yang Profesional dan Berdaya Saing
Melalui workshop ini, SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru semakin memantapkan langkahnya dalam mengembangkan Teaching Factory yang profesional, produktif, dan berdaya saing tinggi.
Diharapkan seluruh peserta mampu mengimplementasikan hasil workshop ini dalam praktik nyata di masing-masing program keahlian, sehingga lulusan SMK benar-benar siap terjun ke dunia kerja dan dunia usaha.
