Pekanbaru, 19 November 2025 — Dalam upaya memperkuat implementasi Teaching Factory (TeFa) berbasis industri dan digital, SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru menyelenggarakan Workshop Pemanfaatan Sarana dan Prasarana Pendukung Penyelenggaraan Teaching Factory, Selasa (19/11). Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari guru produktif dari 8 jurusan yang ada di SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru.
Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya optimalisasi sarana dan prasarana sebagai fondasi utama dalam penguatan Teaching Factory di sekolah vokasi. “Teaching Factory bukan hanya kegiatan praktik biasa, tetapi ekosistem pembelajaran berbasis produksi dan bisnis riil yang harus didukung oleh infrastruktur yang memadai dan terkelola secara profesional.
Harapannya, melalui workshop ini, seluruh jurusan mampu mengoptimalkan peralatan yang ada agar benar-benar produktif, bernilai jual, dan berdampak pada kemandirian sekolah,” ungkapnya.
Sebagai narasumber utama, hadir Bapak Purwanto dari PT Digital Riau Media Tama, yang memaparkan secara komprehensif tentang pentingnya infrastruktur fisik dan sistem digital dalam mendukung penyelenggaraan Teaching Factory modern. Dalam pemaparannya, beliau menekankan beberapa komponen utama pendukung TeFa, antara lain:
Workshop dan laboratorium produksi yang dilengkapi peralatan industri untuk simulasi produksi nyata dan praktik langsung siswa.
Arena simulasi bisnis dan pemasaran digital sebagai ruang belajar kewirausahaan berbasis teknologi.
Ruang kelas multifungsi yang fleksibel untuk pembelajaran teori, diskusi bisnis, hingga presentasi produk.
Sistem manajemen digital sebagai tulang punggung pengelolaan produksi, keuangan, dan pemasaran.
Marketing digital dalam Teaching Factory yang meliputi pemanfaatan platform e-commerce, media sosial, digital advertising, penggunaan tools analitik digital, hingga optimasi konten promosi.
Daftar alat dan aplikasi terintegrasi guna menunjang operasional produksi dan pemasaran secara efisien.
Integrasi teknologi digital dalam Teaching Factory, seperti pemanfaatan AI dan IoT, big data analysis, kolaborasi industri, serta penguatan inovasi berkelanjutan.
Studi kasus dan implementasi TeFa yang meliputi bisnis digital dan e-commerce, pembangunan brand pembelajaran 24 jam, kolaborasi dengan konten kreator, pengembangan produk unggulan, hingga program brand ambassador produk Teaching Factory.
Bapak Purwanto menegaskan bahwa keberhasilan Teaching Factory sangat ditentukan oleh kesesuaian antara sarana fisik, sistem digital, dan kesiapan sumber daya manusia. “Jika seluruh komponen ini terintegrasi dengan baik, maka Teaching Factory tidak hanya menjadi media pembelajaran, tetapi juga sumber produksi nyata yang mampu menghasilkan keuntungan dan meningkatkan daya saing lulusan,” jelasnya.
Melalui workshop ini, diharapkan seluruh peralatan dan sarana pendukung yang dimiliki sekolah dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menghasilkan produk yang berkualitas, bernilai jual, serta memberikan kontribusi nyata bagi penguatan unit produksi sekolah.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia industri.
