Kamis, 9 Oktober 2025 -- SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru terus berkomitmen mengembangkan mutu pembelajaran berbasis industri melalui program Teaching Factory (TeFa).
Sebagai bentuk tindak lanjut, sekolah menggelar Workshop Evaluasi Program dan Produk Teaching Factory bersama Industri pada Kamis, 9 Oktober 2025.
Kegiatan ini dihadiri oleh dua mitra industri, yaitu PT Cakra Media dan PT Laksmana Muda Mandiri, serta menghadirkan dua narasumber berkompeten : Bapak Al Anshori Hadi dan Bapak Ihsan Said, S.Ds.
Workshop ini bertujuan untuk menilai hasil implementasi program TeFa, mengidentifikasi kendala pelaksanaan, serta menyusun rekomendasi perbaikan untuk periode berikutnya.
Dalam pemaparannya, Bapak Al Anshori Hadi menegaskan bahwa evaluasi ini merupakan bagian penting dari siklus peningkatan mutu pembelajaran berbasis industri.
Tujuan utama kegiatan ini adalah memastikan produk yang dihasilkan siswa memenuhi standar kualitas industri kreatif sekaligus menumbuhkan budaya kerja profesional di lingkungan sekolah.
Beliau juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif mitra industri dalam memberikan umpan balik terhadap desain produk siswa.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian siswa masih perlu pendalaman terkait proses printing proof dan color management. Selain itu, guru dan siswa juga didorong untuk memahami lebih dalam orientasi pasar (market orientation) agar desain yang dibuat lebih tepat sasaran.
Lebih lanjut, beliau menyarankan agar produk Teaching Factory dapat dipasarkan secara luas, terutama kepada instansi Muhammadiyah se-Kota Pekanbaru, serta memperluas kerja sama dengan UMKM lokal, lembaga pendidikan, dan komunitas kreatif.
Berdasarkan hasil survei, kebutuhan akan jasa digital printing di sekitar sekolah cukup tinggi, dengan permintaan yang meningkat untuk desain dan cetak banner, brosur, serta kemasan produk.
Pemateri kedua, Bapak Ihsan Said, S.Ds., menekankan pentingnya keterlibatan industri dalam memberikan umpan balik kepada siswa, khususnya dalam aspek desain, produksi, dan finishing.
Menurutnya, siswa perlu terus mengasah kemampuan dalam mengoperasikan perangkat lunak desain seperti Adobe Illustrator, Photoshop, dan CorelDraw, agar dapat menghasilkan karya yang menarik dan bernilai jual tinggi.
Beliau juga menyampaikan bahwa hasil produk TeFa tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran, tetapi juga dapat dijadikan sarana promosi dan pameran sekolah. Untuk itu, koordinasi antara sekolah dan mitra industri perlu dijadwalkan secara lebih efektif dan berkesinambungan guna meningkatkan efisiensi dan hasil yang optimal.
Melalui kegiatan ini, SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru menunjukkan komitmennya dalam membangun sinergi antara sekolah dan dunia industri.
Workshop ini tidak hanya menjadi ajang refleksi, tetapi juga langkah strategis untuk memperkuat arah pengembangan Teaching Factory agar semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri kreatif masa kini.
